Jumat, 8 Mei 2026

Densus 88 Ungkap Jaringan NII dan Ansharuh Daulah, 7 Tersangka Ditangkap

satuan elite Polri ini berhasil menangkap tujuh tersangka terorisme yang tergabung dalam dua jaringan berbeda, yakni Negara Islam Indonesia (NII)

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
TRIBUNNEWS
DENSUS 88 - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror saat penangkapan dan pengamanan terduga pelaku terorisme, waktu lalu. Densus 88 berhasil menangkap Zulkarnaen, teroris buronan kasus Bom Bali 1 pada tahun 2001 lalu. Densus 88 Ungkap Jaringan NII dan Ansharuh Daulah, 7 Tersangka Ditangkap 

Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono, menegaskan bahwa sejak 2023 hingga 2025 tidak ada serangan terorisme yang terjadi di Indonesia.

Hal ini disebut sebagai hasil dari langkah penegakan hukum yang proaktif dan konsisten dilakukan oleh Densus 88.

“Densus 88 Anti Teror berkomitmen menjaga Indonesia bebas dari serangan teror sepanjang tahun 2025.

Telah berhasil mempertahankan status Zero Terrorism Attack sepanjang tahun 2023 hingga 2025,” kata Syahar dalam rilis akhir tahun Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Data menunjukkan bahwa sepanjang 2023, Densus 88 berhasil menangkap 147 tersangka terorisme.

Pada 2024, jumlah tersangka yang ditangkap sebanyak 55 orang, dan pada 2025 sebanyak 51 orang.

Penangkapan ini secara efektif menekan potensi ancaman sekaligus menjaga stabilitas keamanan nasional.

Baca juga: Mendagri Tinjau Aceh Utara, Krisis Pangan Jadi Sorotan Pascabanjir Bandang

Kasus Menonjol Sepanjang 2025

Syahar juga merinci sejumlah kasus besar yang berhasil diungkap Densus 88 sepanjang 2025.

Salah satunya adalah pengungkapan jaringan radikalisme yang menyasar anak di bawah umur melalui rekrutmen online.

Dalam kasus ini, 5 tersangka teroris ditangkap dengan target perekrutan mencapai 110 anak di 23 provinsi.

Selain itu, Densus 88 berhasil menggagalkan empat rencana aksi terorisme oleh kelompok Ansharuh Daulah serta 20 rencana serangan yang melibatkan anak di bawah umur, penangkapan 7 tersangka terorisme dalam pengamanan natal dan tahun baru.

Penanganan terhadap 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem juga dilakukan. 

Anak-anak tersebut diketahui bergabung dalam grup TCC yang menganut paham Neo-Nazi dan White Supremacy.

Dimana mereka ditemukan bahkan telah menguasai berbagai senjata berbahaya dengan rencana aksi yang menyasar lingkungan sekolah dan teman sejawat mereka," ujarnya.

Baca juga: MZ Terlibat Jaringan Kelompok NII, ASN Kemenag Aceh yang Ditangkap Densus 88

Baca juga: Kombes Pol Dedy Tabrani, Putra Aceh Pimpin BNN Provinsi, Pernah Tembak Mati Teroris 

Baca juga: 2 ASN Terduga Teroris Disebut Sosok Gaul dan Berjiwa Sosial

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved