Kamis, 9 April 2026

Mutiara Ramadhan

Ikhlas: Amal Besar yang Bisa Gugur Tanpa Kita Sadari

Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan merupakan satu madrasah untuk mendidik kita, terutama khususnya kaum muslimin dan muslimat, untuk menjadi hamba

Editor: Muliadi Gani
ISTIMEWA/HO
KH. Muhammad Muhlasin 

Oleh: KH. Muhammad Muhlasin

PROHABA.CO - Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan merupakan satu madrasah untuk mendidik kita, terutama khususnya kaum muslimin dan muslimat, untuk menjadi hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mukhlasin - yang ikhlas hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala

Di dalam AlQur’an, Allah Subhanahu waTa’ala berfirman: Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus shiyam kama kutiba ‘alalladzina min qablikum la‘allakum tattaqun, Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian semua untuk beribadah puasa sebagaimana orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.

Dari ayat ini, pertama, Allah memerintahkan kepada orangorang yang beriman.

Artinya, ibadah puasa itu tidak mungkin dikerjakan kecuali oleh orang yang benar-benar beriman kepada Allah.

Oleh karena sebab itu, puasa adalah ibadah yang sirri, ibadah rahasia.

Bisa jadi ketika saat makan sahur kita melaksanakannya bersama, ketika berbuka juga kita melaksanakan bersama-sama.

Tetapi hakikat kita berpuasa tidak ada satu pun yang mengetahuinya, kecuali hanya diri kita dan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh karenanya, ibadah puasa benar-benar mendidik kita agar berbuat amal kebajikan apa pun tanpa tendensi, tanpa motivasi lain, tanpa niat selain hanya karena semata-mata Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca juga: Ramadhan Bulan untuk Reparasi dan Pembersihan Hati

Lihatlah ketika kita shalat.

Pertama di dalam shalat diawali dengan niat.

Misalnya shalat Magrib, di ujung niat melaksanakan shalat itu hanya karena Allah.

Begitu juga di dalam doa iftitah, kita telah berikrar dengan sesungguhnya kepada Allah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Amal ibadah, amal kebaikan, amal saleh yang dilakukan tidak karena Allah berarti di dalamnya ada unsur syirik, walaupun kategori syiriknya adalah syirikul asghar — syirik yang kecil.

Orang yang melakukan amal kebaikan namun memiliki orientasi bukan karena Allah, hanya ingin mendapatkan pujian, ingin mendapatkan pengakuan, ingin menjadi eksis dalam melakukan amal kebaikan, maka sungguh itu merupakan perbuatan yang sia-sia.

Baca juga: Panggilan Keimanan di Bulan Ramadhan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved