Tahukah Anda
Atlantis yang Hilang adalah Indonesia?
Pada Zaman Es, sekitar 18.000 ribu tahun lalu, Indonesia masih bergabung dengan sebagian daerah Asia dan Asia Tenggara dalam Benua Sundaland ...
Ilmu pengetahuan harus disertai bukti," ucapnya.
"Sundaland sudah tenggelam dengan kedalaman sekitar 100 meter.
Untuk mencari bukti katakanlah arkeologi, itu butuh eskavasi atau penggalian arkeologi.
Atau penelitian paleontologi, harus ke lapangan. Ya nggak mungkin kita menyelam, mahal sekali," sambung Prof Zaim.
Untuk mengambil sampel dari batuan juga hanya bisa dilakukan dengan kedalaman sekian meter.
Baca juga: Di Bawah Es Antartika Ditemukan Fosil Air Laut
Baca juga: Siswa SMK Tewas Setelah Ditendang Teman di Depan Sekolahnya
Sehingga, ada kesulitan untuk menelusuri bukti apakah Sundaland adalah Atlantis yang hilang.
Jika mengambil sampel di daratan saja sulit, apalagi sampel yang ada di kedalaman 100 meter bawah laut.
"Itu harus ada teknologi yang luar biasa, penggalian bisa berbulan-bulan dan sampai sekarang belum ada teknologi yang dilakukan di Laut Jawa untuk membuktikan adanya Atlantis.
Maka, jika tidak ada bukti empirik seperti itu, susah untuk mengatakan secara keilmuan itu terbukti," katanya.
Kendati demikian, untuk klaim seperti adanya Atlantis sah-sah saja, menurut Prof Zaim.
Namun, untuk secara keilmuan, Prof Zaim sendiri masih meragukan soal Sundaland sebagai Atlantis yang hilang.
Kesimpulannya, klaim bahwa Indonesia sebagai Atlantis yang hilang, belum bisa dibuktikan secara ilmiah.
(Detik.inet)
Baca juga: Peneliti Berhasil Ungkap Jejak Kaki Hantu Kuno di Gurun Utah
Baca juga: Peneliti Ajari Ikan Mas Menyetir dan Berhasil
Baca juga: Es di Pegunungan Alpen Swiss Longsor, 2 Orang Tewas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-Beberapa-ahli-berpendapat-bahwa-Indonesia-adalah-bagian-dari-Benua-Atlantis-yang-hilang.jpg)