Kamis, 16 April 2026

Lifestyle

Kram Perut Sebelum Menstruasi: Gejala Normal atau Tanda Masalah Kesehatan?

Salah satu gejala yang sering terjadi adalah kram perut. Beberapa orang mungkin merasakan nyeri atau kram di perut saat sedang menstruasi.

Penulis: Azzra Nafisa | Editor: Muliadi Gani
Tribunjogja
kram perut saat haid 

PROHABA.CO - Menstruasi adalah siklus bulanan yang dialami oleh setiap wanita.

Menjelang periode menstruasi, banyak wanita yang mengalami sindrom pramenstruasi (PMS), yang gejalanya bisa bervariasi antara satu individu dengan yang lainnya.

Salah satu gejala yang sering terjadi adalah kram perut.

Beberapa orang mungkin merasakan nyeri atau kram di perut saat sedang menstruasi, sementara yang lainnya justru mengalaminya sebelum menstruasi dimulai.

Lalu, apakah kondisi ini merupakan hal yang normal?

Ahli gizi sekaligus Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) Sport Nutrition Irtya Qiyamulail mengungkap, munculnya kram perut atau nyeri fisik lainnya jelang menstruasi disebabkan karena adanya perubahan hormon.

Baca juga: Bolehkah Menggunakan Menstruasi Cup untuk Shalat karena Selalu Keluar Keputihan? Ini Kata Buya Yahya

Biasa di panggil Tya, dia menyatakan, Nyeri fisik yang muncul sebelum menstruasi disebabkan oleh penurunan kadar hormon progesteron dan estrogen.

Kondisi ini dikenal dengan sebutan sindrom pramenstruasi (PMS).

“Jadi grafik hormon progesteron dan estrogen itu turun, sehingga perubahan hormonal yang fluktuatif mulai dari premenstruasi. 

Makanya ada beberapa orang yang sudah ngerasain nyeri mens itu dari sebelum mens,” ujar Tya dalam Empowered in Motion inclusive training bootcamp with Adidas Indonesia di Resolute Fitness, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2024).

Ia menyebutkan, sebagian orang bahkan merasakan kram perut yang dahsyat di masa PMS.

Hal ini sangat wajar terjadi pada perempuan sebelum menstruasi. 

Baca juga: Selalu Mengeluarkan Keputihan, Bolehkah Pakai Menstruasi Cup untuk Shalat? Ini Kata Buya Yahya

“Turunnya grafik hormon itu memang membuat perut kram sampai enggak bisa beraktivitas, atau ada gangguan fisik lainnya.

Setiap perempuan gejalanya akan berbeda, tapi hal ini wajar terjadi,” jelas Tya.

Untuk meminimalisir rasa nyerinya, Tya merekomendasikan untuk memenuhi asupan zat besi. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved