Puluhan Dapur SPPG Stop Beroperasi, Staf Dirumahkan, Siswa Terancam Lapar
Penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah di Aceh terhenti mendadak mulai Senin (8/6/2026) kemarin.
Ringkasan Berita:
- Puluhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Langsa terhenti karena dana operasional dari BGN Pusat belum cair.
- Ribuan siswa tidak mendapat makanan gratis di sekolah, sementara pekerja dapur dan UMKM pemasok bahan pangan ikut terdampak.
- Koordinator wilayah SPPG berharap BGN segera mencairkan dana agar layanan MBG kembali berjalan normal dan tidak menimbulkan kerugian lebih luas.
PROHABA.CO, BANDA ACEH - Penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah di Aceh terhenti mendadak mulai Senin (8/6/2026) kemarin.
Hal ini terjadi di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kota Langsa.
Penyebabya sama: dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat belum masuk ke rekening virtual account (VA) yang digunakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh untuk mendukung kegiatan dapur MBG.
Lantaran banyak dapur MBG yang menghentikan sementara operasionalnya, banyak pula siswa yang biasanya mendapat makanan gratis di sekolah, kini terpaksa gigit jari.
Mereka terancam lapar di siang hari pada jam sekolah.
Kabupaten Aceh Besar termasuk daerah yang palingbanyak menghentikan operasional dapur MBG-nya awal pekan ini.
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di kabupaten sangat luas ini terpaksa menghentikan operasional akibat belum cairnya dana operasional dari BGN.
Penghentian operasional 27 dapur MBG di Aceh Besar memunculkan pula dampak ekonomi yang lebih luas.
Tidak hanya mengganggu penyaluran makanan kepada siswa penerima manfaat, tetapi juga menyebabkan sejumlah pekerja dan sukarelawan di SPPG terpaksa berhenti kerja sementara waktu.
Koordinator Wilayah SPPG Aceh Besar, Feisal Akbar, mengatakan hingga Senin (8/6/2026), terdapat 27 dapur MBG yang belum bisa beroperasi karena dana virtual account (VA) dari pusat belum mereka terima.
Menurut Feisal, jumlah tersebut diperoleh berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya di lapangan.
Dari total 60 SPPG yang telah berdiri di Aceh Besar, enam unit lainnya masih berada dalam tahap penyelesaian administrasi.
Feisal menjelaskan, dampak penghentian operasional 27 dapur SPPG ini tidak hanya dirasakan oleh sekolah dan siswa yang untuk sementara tidak menerima layanan MBG.
Aktivitas para sukarelawan dan pekerja dapur juga ikut terhenti karena tidak adanya kegiatan produksi makanan yang dapat dijalankan.
Kondisi tersebut membuat sebagian tenaga pendukung program harus menunggu kepastian pencairan dana sebelum kembali bekerja.
Selain berdampak pada tenaga kerja, penghentian operasional puluhan dapur MBG juga memengaruhi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi pemasok bahan baku untuk program tersebut.
Pasokan bahan pangan yang seharusnya didistribusikan ke dapur-dapur MBG kini tertahan akibat berkurangnya aktivitas produksi.
Situasi ini dinilai berpotensi mengganggu arus usaha dan pendapatan para pelaku UMKM yang bergantung pada program tersebut.
Feisal mengakui, kondisi tersebut menimbulkan kerugian bagi berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem Program MBG.
Ia berharap, proses pencairan dana dapat segera dilakukan sehingga seluruh dapur MBG kembali beroperasi normal dalam waktu dekat.
Baca juga: Tujuh Dapur MBG di Kota Banda Aceh Berhenti Beroperasi
Tujuh di Banda Aceh
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kota Banda Aceh, Muhammad Reza, menyebutkan, tujuh dari puluhan SPPG di Banda Aceh juga berhenti operasional Senin kemarin.
Penyebabnya, dana yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk menjalankan operasional harian.
“Dana utama yang dipakai untuk melaksanakan operasional di dapur itu tidak ada.
Dalam artian ada, tetapi tidak mencukupi setelah dikalkulasi.
Mereka itu sedang menunggu top-up dana oleh BGN Pusat,” kata Reza di Banda Aceh, Senin (8/6/2026) sebagaimana dilansir dari Kompas.com.
Ia jelaskan, untuk menjalankan layanan MBG pada hari Senin kemarin, setiap dapur seharusnya sudah mulai melakukan persiapan sejak sehari sebelumnya.
Namun, karena pencairan dana belum diterima, akibatnya tujuh dapur SPPG di Banda Aceh menghentikan sementara kegiatan guna menghindari persoalan administrasi dan keuangan.
Menurut Reza, BGN kini tidak lagi memperbolehkan mitra dapur menggunakan sistem talangan dana sebagaimana pernah dilakukan sebelumnya.
Kebijakan itu diterapkan untuk mencegah potensi mark-up harga maupun penyalahgunaan anggaran yang dapat menimbulkan persoalan saat proses pertanggungjawaban keuangan.
“Sekarang tidak boleh lagi mitra melakukan penalangan, sebaba ditakutkan terjadi mark-up harga, penyalahgunaan anggaran yang nanti ketika dilaporkan sudah melebihi dari pagu.
Makanya, BGN Pusat berinisiatif kalau memang (dana) tidak masuk, maka stop operasional,” ujarnya.
Dampak dari penghentian operasional tersebut langsung dirasakan oleh sekolah penerima manfaat.
Distribusi makanan bergizi gratis dari tujuh dapur yang terdampak tidak dapat dilakukan sesuai jadwal.
Meski demikian, pihak pengelola dapur SPPG telah menyampaikan pemberitahuan kepada sekolah-sekolah penerima terkait kendala yang sedang terjadi.
Reza menambahkan, saat ini masih ada 30 dapur MBG lainnya di Banda Aceh yang tetap beroperasi karena sebelumnya telah menerima top-up dana dan masih memiliki saldo operasional yang cukup.
Baca juga: Kurir Sabu 113 Kg Ditangkap di Bireuen, Polisi Usut Jaringan Besar dan Dokumen Palsu
Namun, ia mengingatkan, jumlah dapur yang berhenti beroperasi berpotensi bertambah apabila pencairan dana kembali mengalami keterlambatan.
Dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring, BGN disebut telah menyampaikan bahwa proses pencairan dana operasional dijadwalkan berlangsung pada hari Senin kemarin.
Karena itu, pengelola dapur berharap layanan MBG dapat kembali berjalan normal pada hari berikutnya.
Reza juga berharap BGN melakukan perbaikan tata kelola pencairan dana agar kendala serupa tidak kembali terjadi.
Menurutnya, kelancaran pendanaan sangat penting, mengingat MBG merupakan program prioritas nasional yang menyasar ratusan ribu pelajar sebagai penerima manfaat.
“Semoga BGN Pusat ke depannya lebih memperbaik sistem tata kelola dalam proses top-up dana, supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari,” tuturnya.
Enam di Kota Langsa
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Langsa. Enam dapur SPPG di kota itu juga terpaksa menghentikan operasionalnya karena kejadian serupa.
Terkendala pencairan dana
Koordinator Regional Aceh Badan Gizi Nasional, Mustafa Kamal, mengakui adanya sejumlah dapur MBG di Aceh yang terpaksa menghentikan operasional akibat kendala pencairan dana dari pusat.
Namun, hingga kini pihaknya masih melakukan rekapitulasi jumlah dapur yang terdampak di berbagai kabupaten dan kota di seluruh Aceh.
“Sedang kita rekap ada beberapa kabupaten/kota masih ditunggu datanya.
Ada kendala di pencairan VA di BGN Pusat.
Kita sangat mengharapkan dapat dicairkan hari ini, sehingga besok bisa kembali dilayani,” katanya singkat saat dikonfirmasi via WhatsApp, dilansir dari Kompas.com.
(Serambinews.com/Kompas.com)
Baca juga: Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG
Baca juga: Dadan Hindayana Dikabarkan Dijemput Kejagung, Kantor BGN Digeledah dan Dijaga Ketat
Baca juga: Usai Dadan Hindayana Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN Terkait Dugaan Skandal SPPG
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
Banda Aceh
Dapur MBG
MBG
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Dapur MBG berhenti beroperasi
SPPG
Dapur SPPG Stop Beroperasi
Badan Gizi Nasional (BGN)
BGN
Prohaba.co
Prohaba
| Kurir Sabu 113 Kg Ditangkap di Bireuen, Polisi Usut Jaringan Besar dan Dokumen Palsu |
|
|---|
| Ayah Tiga Anak di Perawang Jadi Tersangka Pencabulan, Terancam 15 Tahun Penjara |
|
|---|
| Milad ke-24 BSMI, Mengabdi untuk Kemanusiaan, dari Aceh hingga Gaza |
|
|---|
| Tujuh Dapur MBG di Kota Banda Aceh Berhenti Beroperasi |
|
|---|
| Polres Aceh Utara Tangkap 4 Pria Diduga Pengedar Sabu di Kecamatan Nisam, Sempat Kabur dan Buang BB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ketua-Tim-Penggerak-PKK-Aceh-mengunjungi-lokasi-SPPG-MBG-di-Gampong-Lambhuk.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.