Jumat, 12 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Kemenag Gelontorkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Aceh, Penanganan Dampak Bencana

Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan lebih dari Rp85 miliar untuk penanganan dampak bencana di Aceh melalui program tanggap darurat

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
RAKOR - Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hak Asasi Manusia dan Hukum, Faisal Ali Hasyim, saat mewakili Menteri Agama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Penanganan Pascabencana di Banda Aceh, Selasa (9/6/2026). (Serambinews.com/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Kemenag mengalokasikan lebih dari Rp85 miliar untuk penanganan dampak bencana di Aceh melalui program tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pada 2025–2026.
  • Bantuan difokuskan pada sektor pendidikan dan keagamaan, termasuk ratusan madrasah, pesantren, KUA, guru, serta rumah ibadah yang terdampak bencana.
  • Pemulihan dilakukan bertahap dan terkoordinasi lintas instansi, dengan target memperbaiki dan meningkatkan kualitas sarana pendidikan serta layanan keagamaan di Aceh.

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan lebih dari Rp85 miliar untuk penanganan dampak bencana di Aceh melalui program tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi sarana pendidikan keagamaan, rumah ibadah, serta Kantor Urusan Agama (KUA).

Anggaran tersebut digunakan secara bertahap dalam Tahun Anggaran 2025 dan 2026 sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di berbagai wilayah terdampak.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hak Asasi Manusia dan Hukum, Faisal Ali Hasyim, saat mewakili Menteri Agama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Penanganan Pascabencana di Banda Aceh, Selasa (9/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Faisal hadir didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Arskal Salim serta Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Lubenah.

Rakor tersebut juga dihadiri Menteri Dalam Negeri, Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, unsur Forkopimda, perwakilan kementerian dan lembaga, serta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh.

Pertemuan ini membahas perkembangan penanganan pascabencana sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dalam pemaparannya, Faisal menjelaskan bahwa Kemenag telah bergerak sejak fase tanggap darurat dengan fokus utama memulihkan layanan pendidikan dan keagamaan di daerah terdampak.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai bantuan langsung kepada satuan pendidikan, tenaga pendidik, serta lembaga keagamaan di Aceh.

Baca juga: Imigrasi Ngurah Rai Gagalkan Pelarian Buronan Interpol Asal Australia di Bandara Bali

Pada Tahun Anggaran 2025, Kemenag menyalurkan bantuan kepada 131 madrasah swasta dan 169 madrasah negeri.

Bantuan tersebut mencakup pembersihan lingkungan sekolah, pengadaan mesin semprot air, tenda darurat, generator set, gerobak sorong, peralatan kebersihan, meubelair, hingga perangkat teknologi seperti laptop.

Selain madrasah, bantuan juga diberikan kepada 18 pondok pesantren, 6.809 guru dan tenaga pendidik, satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), serta 1.124 mahasiswa.

Total bantuan pada tahun tersebut mencapai Rp46,38 miliar yang bersumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Sementara pada Tahun Anggaran 2026, Kemenag kembali mengalokasikan Rp14,24 miliar.

Anggaran ini difokuskan untuk bantuan kepada 24 madrasah swasta serta pembangunan kembali satu gedung madrasah negeri yang sebelumnya hanyut akibat banjir besar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved