Jumat, 12 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Mualem Capai Kesepakatan dengan SKK Migas, PoD Blok Andaman Direvisi

Pemerintah Aceh dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencapai kesepakatan penting

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
DOK. BIRO ADPIM SETDA ACEH
PERTEMUAN - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, didampingi Sekda dan rombongan melakukan pertemuan dengan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, di Jakarta pada Rabu (10/6/2026) malam. (DOK BIRO ADPIM SETDA ACEH) 

Menurutnya, revisi PoD tersebut bukan hanya bertujuan memberikan keuntungan bagi investor, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat Aceh.

Pemerintah Aceh menilai pengolahan gas di darat dapat menjadi pemicu kebangkitan industri di kawasan Arun yang selama ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat industri energi nasional.

Selain itu, keberadaan fasilitas pengolahan di darat diyakini mampu menghidupkan kembali sektor pupuk dan petrokimia yang pernah menjadi tulang punggung perekonomian Aceh.

Baca juga: Mualem Tegaskan Gas South Andaman Tak Boleh Langsung Dialirkan ke Luar Aceh

Tidak hanya itu, skema pengolahan di darat juga dipandang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan penggunaan fasilitas terapung di lepas pantai yang operasionalnya relatif terbatas dan terisolasi.

“Fasilitas darat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan fasilitas terapung yang berada di lepas pantai,” kata Nurlis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan di darat akan menciptakan efek berganda atau multiplier effect terhadap perekonomian daerah.

Kehadiran proyek tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan berbagai sektor usaha pendukung, mulai dari jasa, konstruksi, transportasi hingga industri turunan lainnya.

Sebagai referensi, Nurlis mencontohkan perubahan skema pengembangan proyek migas di Blok Masela, Laut Arafura, Maluku, yang sebelumnya dirancang menggunakan fasilitas lepas pantai namun kemudian dialihkan ke konsep pengolahan di darat.

Menurutnya, hal itu juga dibenarkan oleh Kepala SKK Migas dalam pertemuan tersebut.

“Dalam pertemuan itu Pak Kepala SKK Migas mengatakan bahwa sudah dipindahkan dari laut ke darat,” ujarnya.

Pemerintah Aceh berharap revisi PoD Lapangan Gas Tangkulo dapat segera difinalisasi sehingga pengembangan Blok Andaman benar-benar memberikan manfaat optimal bagi Aceh sekaligus tetap menarik bagi investor.

Nurlis menambahkan, setelah seluruh proses revisi disepakati, Gubernur Aceh dan Kepala SKK Migas akan menggelar konferensi pers bersama untuk menyampaikan hasil kesepakatan tersebut kepada publik.

“Setelah Gubernur Mualem menilai proyek Blok Andaman benar-benar menguntungkan bagi Aceh, baru beliau bersedia menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Serambinews.com/Indra Wijaya)

Baca juga: Lhokseumawe jadi Lokasi ORF Migas Blok Andaman, Wali Kota Desak Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Baca juga: Dibuka Peluang Dalam Pengelolaan Migas di Laut hingga 200 Mil, Pemerintah Aceh Sampaikan Apresiasi

Baca juga: Lima Sayuran Kaya Zat Besi yang Baik untuk Mencegah Anemia dan Menjaga Kesehatan Tubuh

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved