Tahukah Anda
Bisakah Logam Lain Diubah Menjadi Emas? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Sejak berabad-abad lalu, manusia terpesona oleh kilau emas logam mulia yang tak hanya bernilai tinggi, tetapi juga melambangkan kekuasaan, kemurnian
Memasuki abad ke-17 dan ke-18, kemunculan ilmu kimia dan fisika modern mulai menggantikan alkimia.
Para ilmuwan menemukan bahwa setiap unsur memiliki identitas unik berdasarkan jumlah proton dalam inti atomnya.
Sebagai contoh, atom emas memiliki 79 proton, sementara timbal memiliki 82 proton.
Secara teori, jika tiga proton dikeluarkan dari inti timbal, maka logam tersebut akan berubah menjadi emas.
“Jika memiliki cukup energi, kita bisa mengubah struktur inti atom,” ujar Alexander Kalweit, fisikawan di CERN (Organisasi Riset Nuklir Eropa).
“Secara teori, keluarkan tiga proton dari timbal, dan kita akan mendapatkan emas.”
Eksperimen pertama yang benar-benar berhasil mengubah logam menjadi emas dilakukan pada tahun 1941 di Universitas Harvard, Amerika Serikat.
Saat itu, para ilmuwan menembakkan inti litium dan deuterium ke atom raksa (mercury), yang memiliki satu proton lebih banyak daripada emas.
Hasilnya, terbentuk tiga isotop emas radioaktif—meskipun semuanya cepat meluruh karena tidak stabil.
Empat puluh tahun kemudian, peraih Nobel Kimia Glenn Seaborg kembali mengulang keberhasilan tersebut di Laboratorium Lawrence Berkeley, California.
Dengan akselerator partikel, ia menembakkan inti karbon dan neon ke bismut dan menghasilkan beberapa ribu atom emas. Namun, jumlahnya sangat kecil, nyaris tak terlihat.
Kini, eksperimen serupa dilakukan di Large Hadron Collider (LHC) di Swiss akselerator partikel terbesar di dunia.
Tim di bawah pimpinan Kalweit menabrakkan ion timbal dengan kecepatan hampir menyamai kecepatan cahaya.
Tumbukan langsung ini menciptakan kondisi ekstrem mirip sesaat setelah Ledakan Dahsyat (Big Bang).
Dalam proses tersebut, proton dan neutron hancur membentuk plasma quark-gluon, keadaan materi paling awal di alam semesta.
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Investasi-Logam-MuliaEmas.jpg)