Kamis, 18 Juni 2026

Tahukah Anda

Bisakah Logam Lain Diubah Menjadi Emas? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sejak berabad-abad lalu, manusia terpesona oleh kilau emas logam mulia yang tak hanya bernilai tinggi, tetapi juga melambangkan kekuasaan, kemurnian

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Dok. Shutterstock
ILUSTRASI emas. Emas batangan, logam mulia yang harganya saat ini melambung tinggi. Bisakah Logam Lain Diubah Menjadi Emas? Ini Penjelasan Ilmiahnya 

Memasuki abad ke-17 dan ke-18, kemunculan ilmu kimia dan fisika modern mulai menggantikan alkimia.

Para ilmuwan menemukan bahwa setiap unsur memiliki identitas unik berdasarkan jumlah proton dalam inti atomnya.

Sebagai contoh, atom emas memiliki 79 proton, sementara timbal memiliki 82 proton.

Secara teori, jika tiga proton dikeluarkan dari inti timbal, maka logam tersebut akan berubah menjadi emas.

“Jika memiliki cukup energi, kita bisa mengubah struktur inti atom,” ujar Alexander Kalweit, fisikawan di CERN (Organisasi Riset Nuklir Eropa).

“Secara teori, keluarkan tiga proton dari timbal, dan kita akan mendapatkan emas.”

Eksperimen pertama yang benar-benar berhasil mengubah logam menjadi emas dilakukan pada tahun 1941 di Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Saat itu, para ilmuwan menembakkan inti litium dan deuterium ke atom raksa (mercury), yang memiliki satu proton lebih banyak daripada emas.

Hasilnya, terbentuk tiga isotop emas radioaktif—meskipun semuanya cepat meluruh karena tidak stabil.

Empat puluh tahun kemudian, peraih Nobel Kimia Glenn Seaborg kembali mengulang keberhasilan tersebut di Laboratorium Lawrence Berkeley, California.

Dengan akselerator partikel, ia menembakkan inti karbon dan neon ke bismut dan menghasilkan beberapa ribu atom emas. Namun, jumlahnya sangat kecil, nyaris tak terlihat.

Kini, eksperimen serupa dilakukan di Large Hadron Collider (LHC) di Swiss akselerator partikel terbesar di dunia.

Tim di bawah pimpinan Kalweit menabrakkan ion timbal dengan kecepatan hampir menyamai kecepatan cahaya.

Tumbukan langsung ini menciptakan kondisi ekstrem mirip sesaat setelah Ledakan Dahsyat (Big Bang).

Dalam proses tersebut, proton dan neutron hancur membentuk plasma quark-gluon, keadaan materi paling awal di alam semesta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved