Tahukah Anda

Mulai Usia Berapa Anak Boleh Makan Mi Instan?

Makanan instan merupakan jenis makanan olahan pabrikan yang siap dimakan atau lebih cepat penyajiannya dibandingkan memasak secara alamiah ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: FREEPIK
ILUSTRASI mi instan, mi yang paling praktis cara penyajiannya, murah, tapi mengandung banyak sodium. 

PROHABA.CO - Makanan instan merupakan jenis makanan olahan pabrikan yang siap dimakan atau lebih cepat penyajiannya dibandingkan memasak secara alamiah.

Sebagian orang menilai, makanan instan tak baik untuk anak-anak karena mengandung zat pengawet dan MSG (monosodium glutamat).

Sebenarnya, mulai usia berapa anak boleh makan mi instan dan adakah batasan mengonsumsinya?

Menurut dr William Jayadi Iskandar SpA, dokter spesialis anak RS Pondok Indah, hingga saat ini tidak ada aturan yang spesifik terkait batasan usia anak yang boleh dikenalkan dengan produk makanan instan, termasuk mi instan.

Pengaturan maupun pengawasan makanan instan di Indonesia dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga orang tua tidak perlu khawatir jika anak mengonsumsi makanan yang sudah terdaftar atau registrasi oleh BPOM.

Baca juga: Kandungan Sodium dalam Mi Instan Sangat Tinggi, Kenali Bahayanya

Agar lebih aman, katanya, orang tua bisa memilih makanan instan sesuai usia anak.

Misalnya, mi instan yang memang diproduksi untuk anak.

“Biasanya, makanan instan untuk bayi memiliki standar dan pemrosesan yang berbeda dibandingkan produk makanan instan untuk dewasa, misalnya tidak boleh mengandung pewarna nonalami dan pengawet,” jelas William.

Namun, dr William mengungkap, penelitian terakhir terkait kandungan monosodium glutamate (MSG) dalam makanan masih terbatas dalam penelitian hewan dan tidak secara langsung terhadap manusia.

Baca juga: Resep Bolu Gulung Mini Cokelat, Kudapan Spesial Akhir Pekan

Baca juga: Ingin Terkenal, Pemuda Madiun Bikin Grup Telegram Bjorkanism

Sehingga, tidak ada jumlah spesifik yang bisa diukur, maupun efek jangka panjang yang jelas pada manusia.

Ia mengingatkan bahwa makanan alami pun ada yang mengandung MSG (natural MSG).

Dalam hal ini, tubuh manusia tidak membedakan metabolisme glutamat alami maupun MSG buatan atau bumbu dalam masakan.

“Namun demikian, orang tua tentu perlu memilih makanan yang benar dan aman untuk anak, antara lain mengandung zat gizi makro dan mikro yang cukup, serta jenis makanan yang bervariasi,” ujarnya.

(Kompas.com)

Baca juga: Resep Ayam Cocoh, Masakan Khas Jawa Timur yang Cocok untuk Menu Makan Siang

Baca juga: Resep Rolade Tahu Bumbu Rujak yang Nikmat, Cocok Disajikan Sebagai Lauk Makan Siang

Baca juga: Resep Bika Ambon, Kue Legendaris Khas Medan yang Bertekstur Sarang

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved