Kamis, 18 Juni 2026

Tahukah Anda

Apa Jadinya jika Seluruh Permukaan Bumi Dibor? Berikut Penjelasan Ilmuan

Para ilmuwan memiliki beberapa gagasan tentang apa yang mungkin terjadi jika seluruh permukaan Bumi dibor, berdasarkan pengalaman dari proyek pengebor

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Nasa.gov
Ilustrasi Bumi - Berikut ini pengertian fenomena solstis 21 Desember dan bedanya dengan solstis Juni. 

PROHABA.CO - Diameter Bumi adalah 12.756 km sehingga pengeboran ke seluruh penjuru planet ini akan memerlukan pengeboran yang sangat besar dan kerja keras selama puluhan tahun.

Para ilmuwan memiliki beberapa gagasan tentang apa yang mungkin terjadi jika seluruh permukaan Bumi dibor, berdasarkan pengalaman dari proyek pengeboran lainnya.

Pengeboran permukaan Bumi Lapisan pertama yang ditembus adalah kerak bumi, yang tebalnya sekitar 100 km.

Kemudian, tekanan atmosfer akan meningkat saat bor bergerak semakin jauh ke bawah tanah.

Doug Wilson, ahli geofisika peneliti di Universitas California, Santa Barbara, mengatakan, setiap 3 meter batuan setara dengan sekitar 1 tekanan atmosfer, yaitu tekanan di permukaan laut.

Lubang terdalam buatan manusia saat ini adalah Kola Superdeep Borehole di Rusia, dengan kedalaman 12,2 km.

Di dasarnya, tekanannya 4.000 kali lipat dari tekanan di permukaan laut.

Baca juga: Berapa Lama Bumi akan Bertahan? Ini Kata Ilmuan

Para ilmuwan membutuhkan waktu hampir 20 tahun untuk mencapai kedalaman ini.

Dan jaraknya masih lebih dari 80 km dari lapisan berikutnya, yaitu mantel Bumi.

Mantel Bumu adalah lapisan batuan padat dan gelap setebal 2.800 km yang menggerakkan lempeng tektonik. Batas antara mantel dan inti disebut “moho”.

Para ilmuwan pertama kali coba menggali dasar laut dalam di sini pada tahun 1950-an dan 1960- an dengan Project Mohole, tetapi tidak berhasil.

Lubang yang dibuat dalam upaya mengebor planet ini akan runtuh kecuali memompa cairan pengeboran ke dalam lubang tersebut dilakukan terus-menerus.

Pada pengeboran laut dalam dan sumur minyak, cairan tersebut merupakan campuran lumpur yang mengandung mineral berat, seperti barium.

Baca juga: Mengapa Bumi Lebih Menarik bagi Alien Saat Zaman Dinosaurus, Menurut Penelitian

Baca juga: Ilmuan Ingin Redupkan Matahari untuk Selamatkan Es di Antartika

Berat fluida menyeimbangkan tekanan di dalam lubang dengan tekanan batuan di sekitarnya dan mencegah lubang agar tidak runtuh.

Cairan pengeboran memiliki dua peran tambahan, yakni membersihkan mata bor untuk mencegah pasir dan kerikil mengotori mesin, dan membantu menurunkan suhu, meskipun hampir tidak mungkin untuk menjaga bor tetap dingin di lapisan terdalam bumi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved