Selasa, 19 Mei 2026

Kasus Penganiayaan

Bocah SD di Timor Tengah Selatan Tewas Usai Diduga Dipukul Guru dengan Batu

Bocah kelas IV SD Inpres One itu meninggal dunia secara tragis setelah diduga mengalami penganiayaan oleh guru penjaskesnya sendiri, Yafet Nokas,

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
PENGANIAYAAN - Keluarga korban penganiayaan hingga meninggal saat ditemui dikediaman mereka di Desa Poli, Timor Tengah Selatan, Rabu (15/10/2025). Bocah kelas IV SD Inpres One itu meninggal dunia secara tragis setelah diduga mengalami penganiayaan oleh guru penjaskesnya. 

“Kami tidak sangka lukanya seberat itu.

Kami pikir nanti juga sembuh sendiri. Tapi Tuhan berkehendak lain,” kata Sarlisa.

Keluarga kini berharap agar pihak berwenang mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Rafi dan memberikan keadilan bagi korban.

“Kami tidak mau ada anak lain yang alami hal sama.

Cukup sudah Rafi. Kami hanya minta keadilan untuk dia,” tegas Sarlisa.

Kasus dugaan penganiayaan yang berujung kematian terhadap Rafi To kini menjadi perhatian luas masyarakat Timor Tengah Selatan.

Banyak pihak mengecam keras tindakan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah sebagau tempat yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk tumbuh dan belajar.

Baca juga: Dua Pria Ditangkap di Toilet Musala Guhang Saat Hendak Gunakan Sabu, Diamankan di Mapolres Abdya

Baca juga: Oknum TNI AL Aniaya 2 Warga Pekanbaru, 1 Meninggal, Dipukul dengan Cangkul 

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Keluarga Ungkap Kronologi Lengkap Penganiayaan Tragis yang Dialami Siswa SD Inpres One, 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Sumber: pos-kupang.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved