Kasus Penganiayaan
Bocah SD di Timor Tengah Selatan Tewas Usai Diduga Dipukul Guru dengan Batu
Bocah kelas IV SD Inpres One itu meninggal dunia secara tragis setelah diduga mengalami penganiayaan oleh guru penjaskesnya sendiri, Yafet Nokas,
“Kami tidak sangka lukanya seberat itu.
Kami pikir nanti juga sembuh sendiri. Tapi Tuhan berkehendak lain,” kata Sarlisa.
Keluarga kini berharap agar pihak berwenang mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Rafi dan memberikan keadilan bagi korban.
“Kami tidak mau ada anak lain yang alami hal sama.
Cukup sudah Rafi. Kami hanya minta keadilan untuk dia,” tegas Sarlisa.
Kasus dugaan penganiayaan yang berujung kematian terhadap Rafi To kini menjadi perhatian luas masyarakat Timor Tengah Selatan.
Banyak pihak mengecam keras tindakan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah sebagau tempat yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk tumbuh dan belajar.
Baca juga: Dua Pria Ditangkap di Toilet Musala Guhang Saat Hendak Gunakan Sabu, Diamankan di Mapolres Abdya
Baca juga: Oknum TNI AL Aniaya 2 Warga Pekanbaru, 1 Meninggal, Dipukul dengan Cangkul
Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Keluarga Ungkap Kronologi Lengkap Penganiayaan Tragis yang Dialami Siswa SD Inpres One,
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
Kasus Penganiayaan
Pemukulan
kekerasan anak
Bocah
Guru Aniaya Siswa
SD Inpres One
Timor Tengah Selatan
Prohaba.co
| Oknum Babinsa Diduga Aniaya Dua Warga di Flores Timur, Dandim Janji Proses Hukum |
|
|---|
| Pemuda di Tuban Aniaya Ayah dan Adik Gara-Gara Tak Dibeli Motor PCX |
|
|---|
| Balita 4 Tahun di Surabaya Jadi Korban Kekerasan, Tante dan Paman Ditangkap |
|
|---|
| Aspri Kepala Puskesmas Sendana Palopo Diduga Aniaya Pegawai, Polisi Sidik Kasus |
|
|---|
| Bayi 6 Bulan Meninggal Dianiaya Ayah Kandung di Ciputat karena Menangis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Keluarga-korban-penganiayaan-hingga-meninggal.jpg)