Minggu, 10 Mei 2026

Luar Negeri

Turki Siap Kerahkan Pasukan Perdamaian Jika Gencatan Senjata di Ukraina 

Jika terjadi gencatan senjata pada perang Rusia dan Ukraina, Presiden Erdogan siap mengerahkan militer mereka sebagai bagian dari pasukan perdamaian

Tayang:
Penulis: Achmad Erfian Nabila | Editor: Muliadi Gani
AFP
Presiden Turki Tayyip Erdogan 

PROHABA.CO - Turki, yang memiliki pasukan militer terbanyak kedua di NATO setelah Amerika Serikat bisa saja berkontribusi jika potensi pengerahan pasukan penjaga perdamaian di Ukraina terjadi, menurut Kementerian Pertahanan Turki pada hari Rabu kemarin.

"Masalah kontribusi terhadap misi akan dipertimbangkan jika dianggap perlu untuk membangun stabilitas dan perdamaian regional, dan akan dinilai bersama dengan semua pihak terkait," kata sumber tersebut kepada wartawan melalui Reuters di Ankara.

Kekuatan militer utama Eropa, yaitu Inggris dan Prancis, telah membahas potensi pengerahan pasukan untuk memantau gencatan senjata di Ukraina setelah kesepakatan damai di masa mendatang.

Ukraina mengatakan setiap perjanjian damai akan membutuhkan pasukan yang kuat di lapangan untuk memberikan jaminan keamanan 

Baca juga: Amerika Serikat Mulai Tampak Bersekutu dengan Oposisi dalam Penyelesaian Konflik Rusia dan Ukraina

Baca juga: Tentara Rusia Mulai Angkat Kaki dari Suriah, Pesawat Militer Angkut Pasukan dan Perlengkapan Militer

Sumber dari Turki yang meminta namanya disamarkan mengatakan diskusi tentang pengerahan pasukan Turki masih bersifat konseptual tanpa keputusan konkret yang dibuat.

"Konsepnya belum didefinisikan dengan jelas."

Jika Turki akan mengerahkan pasukan, sumber ini mengatakan bahwa gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia harus dideklarasikan terlebih dahulu, dan pengerahan awal pasukan harus melibatkan unit non-kombatan untuk memantau gencatan senjata.

Media Turki melaporkan minggu lalu bahwa Presiden Tayyip Erdogan telah membahas kemungkinan pengerahan pasukan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov selama pertemuan terpisah di Ankara bulan lalu.

Turki telah menjaga hubungan baik dengan Rusia dan Ukraina selama perang mereka, meskipun secara historis Turki merupakan saingan Moskow yang mendukung pasukan yang mengalahkan sekutu Rusia di Suriah dan Azerbaijan sejak 2023.

(Penulis adalah mahasiswa internship dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala)

Baca juga: Zelensky Bersedia Mundur dari Jabatan Presiden Ukraina dengan Dua Syarat, Ini Daftarnya

Baca juga: Jet Tempur Mirage 2000, Nyawa Baru Ukraina Hadapi Ketangguhan Rusia, Ini Spesifikasinya

Baca juga: Tentara Ukraina Banyak Kecanduan Bermain Judi Online Akibat Stres Perang

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved