Luar Negeri
Turki Siap Kerahkan Pasukan Perdamaian Jika Gencatan Senjata di Ukraina
Jika terjadi gencatan senjata pada perang Rusia dan Ukraina, Presiden Erdogan siap mengerahkan militer mereka sebagai bagian dari pasukan perdamaian
Penulis: Achmad Erfian Nabila | Editor: Muliadi Gani
PROHABA.CO - Turki, yang memiliki pasukan militer terbanyak kedua di NATO setelah Amerika Serikat bisa saja berkontribusi jika potensi pengerahan pasukan penjaga perdamaian di Ukraina terjadi, menurut Kementerian Pertahanan Turki pada hari Rabu kemarin.
"Masalah kontribusi terhadap misi akan dipertimbangkan jika dianggap perlu untuk membangun stabilitas dan perdamaian regional, dan akan dinilai bersama dengan semua pihak terkait," kata sumber tersebut kepada wartawan melalui Reuters di Ankara.
Kekuatan militer utama Eropa, yaitu Inggris dan Prancis, telah membahas potensi pengerahan pasukan untuk memantau gencatan senjata di Ukraina setelah kesepakatan damai di masa mendatang.
Ukraina mengatakan setiap perjanjian damai akan membutuhkan pasukan yang kuat di lapangan untuk memberikan jaminan keamanan
Baca juga: Amerika Serikat Mulai Tampak Bersekutu dengan Oposisi dalam Penyelesaian Konflik Rusia dan Ukraina
Baca juga: Tentara Rusia Mulai Angkat Kaki dari Suriah, Pesawat Militer Angkut Pasukan dan Perlengkapan Militer
Sumber dari Turki yang meminta namanya disamarkan mengatakan diskusi tentang pengerahan pasukan Turki masih bersifat konseptual tanpa keputusan konkret yang dibuat.
"Konsepnya belum didefinisikan dengan jelas."
Jika Turki akan mengerahkan pasukan, sumber ini mengatakan bahwa gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia harus dideklarasikan terlebih dahulu, dan pengerahan awal pasukan harus melibatkan unit non-kombatan untuk memantau gencatan senjata.
Media Turki melaporkan minggu lalu bahwa Presiden Tayyip Erdogan telah membahas kemungkinan pengerahan pasukan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov selama pertemuan terpisah di Ankara bulan lalu.
Turki telah menjaga hubungan baik dengan Rusia dan Ukraina selama perang mereka, meskipun secara historis Turki merupakan saingan Moskow yang mendukung pasukan yang mengalahkan sekutu Rusia di Suriah dan Azerbaijan sejak 2023.
(Penulis adalah mahasiswa internship dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala)
Baca juga: Zelensky Bersedia Mundur dari Jabatan Presiden Ukraina dengan Dua Syarat, Ini Daftarnya
Baca juga: Jet Tempur Mirage 2000, Nyawa Baru Ukraina Hadapi Ketangguhan Rusia, Ini Spesifikasinya
Baca juga: Tentara Ukraina Banyak Kecanduan Bermain Judi Online Akibat Stres Perang
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
Turki
Perang Lawan Rusia
Rusia VS Ukraina
Perang Rusia vs Ukraina
pasukan turki
Gencatan Senjata
Prohaba.co
| Membunuh ART asal Indonesia, Finalis MasterChef Malaysia Dipenjara 34 Tahun |
|
|---|
| Katy Perry Tur Luar Angkasa Hanya dalam Durasi 11 Menit |
|
|---|
| 6 Imigran Meninggal, 40 Lainnya Hilang Setelah Kapal Mereka Tumpang Terbalik di Laut Mediterania |
|
|---|
| Melalui Investigasi, PBB Telah Menetapkan Israel Melakukan Genosida selama Konflik di Gaza |
|
|---|
| Kelompok Separatis Membajak Kereta Api di Pakistan, 27 Tentara Tewas dan 346 Sandera Bebas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/erdogan.jpg)