Berita Aceh Tamiang
24 Hari Pascabanjir, 5 Kampung di Sekerak Aceh Tamiang Masih Terisolir
Sudah 24 hari pasca-banjir bandang yang melanda Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, sejumlah kampung di wilayah tersebut masih terisolir.
Ringkasan Berita:
- Sudah 24 hari pascabanjir bandang, lima kampung di Kecamatan Sekerak Aceh Tamiang masih terisolir karena jembatan Pematangdurian tertutup tumpukan kayu besar.
- Warga harus berjalan kaki atau menggunakan perahu untuk menjemput bantuan, karena relawan tidak bisa masuk akibat akses terputus.
- Kondisi jembatan rusak dan miring akibat hantaman kayu, warga berharap pemerintah segera turun tangan agar distribusi bantuan kembali lancar.
PROHABA.CO, ACEH TAMIANG - Sudah 24 hari pasca-banjir bandang yang melanda Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, sejumlah kampung di wilayah tersebut masih terisolir.
Akses utama menuju kampung-kampung itu terputus akibat jembatan Pematangdurian yang tertutup tumpukan batang kayu berukuran besar.
Batang kayu yang menumpuk menutup sepenuhnya mulut jembatan sehingga kendaraan tidak bisa melintas.
Hanya sepeda motor yang sesekali berani melewati jalur tersebut dengan risiko tinggi.
“Baru-baru ini saja kereta (sepeda motor) bisa lewat, itupun tergantung orangnya berani atau tidak jalan di atas kayu,” kata Amrin (60), warga Kampung Pengidam, Sabtu (19/12/2025).
Warga Harus Berjalan Kaki
Amrin menuturkan, setiap hari ia bersama warga lain harus berjalan kaki menuju Kampung Rantaubintang, Kecamatan Bandarpusaka, untuk menjemput bantuan dari relawan.
Kondisi ini terjadi karena relawan tidak bisa mengantar langsung bantuan ke kampung-kampung di Sekerak akibat jembatan yang rusak.
Setidaknya ada lima kampung yang terisolir, yakni Pematangdurian, Sukamakmur, Sulum, dan Pengidam.
Baca juga: Bupati Aceh Utara Susuri Pedalaman dengan Sampan, Pantau Wilayah Terisolir Banjir
Baca juga: Pria Diduga Jambret Gelang Emas di Aceh Singkil Diamankan Polisi Usai Dikejar Massa
Untuk kampung yang dekat, warga masih bisa melewati jembatan dengan berjalan di atas kayu.
Namun bagi kampung yang lebih jauh, satu-satunya cara adalah menggunakan perahu atau boat, Gak ada jalan lain," ungkapnya.
Warga sebenarnya sudah berusaha membersihkan jembatan menggunakan alat berat yang dipinjam dari pihak lain.
Namun upaya itu tidak berlanjut karena keterbatasan bahan bakar minyak.
Selain memutus rantai distribusi makanan, hantaman kayu juga menyebabkan kerusakan fisik pada jembatan.
Kondisi jembatan terlihat miring akibat tekanan batang kayu berukuran besar yang menumpuk.
Aceh Tamiang
Banjir Aceh
Terisolir
tumpukan kayu
Banjir Aceh Tamiang
Kecamatan Sekerak
Prohaba.co
Prohaba
| Kersetrum Saat Beraksi, Dua Pencuri Kabel Dibekuk, Terjadi di Kolong Jembatan Kualasimpang |
|
|---|
| Nelayan Aceh Tamiang Hilang Setelah Perahu Terbalik Dihantam Ombak di Perairan Seruway |
|
|---|
| Wakil Gubernur Aceh Turun ke Aceh Tamiang Tinjau Infrastruktur Jalan dan Perusahaan Air Minum |
|
|---|
| LP Kualasimpang Ultimatum Narapidana Kembali Sebelum 17 Mei 2026, Terancam DPO |
|
|---|
| Lantai Huntara Danantara Aceh Tamiang Amblas Sepanjang 12 Meter, Penghuni Terancam Bahaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Tumpukan-kayu-diduga-hasil-penebangan-liar-menumpuk-di-jembatan-Pematangdurian-Sekerak.jpg)